By indonesia / Posted on April 15, 2018
Wahai kaum muslimin yang dimuliakan oleh Allah subhanahu wa ta’ala, aku wasiatkan kepada diri sendiri dan umumnya kepada seluruh kaum muslimin untuk bertaqwa kepada Allah subhanahu wa ta’ala.
Bertaqwalah kepada Allah dan perbaikilah hati hati kalian! Dan rahasia-rahasia kalian! Niscaya kalian menjadi orang-orang yang berbahagia.
Wahai hamba Allah… Agama Islam adalah agama yang sempurna serta menyeluruh. Yang Allah subhanahu wa ta’ala meridhoinya untuk hamba-hamba-Nya, serta Dia pun menisbatkan agama Islam kepada diri-Nya, sebagaimana Allah subhanahu wa ta’ala berfirman :
إِنَّ ٱلدِّينَ عِندَ ٱللَّهِ ٱلْإِسْلَٰم
Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam.. (Ali ‘Imran 3:19)
Maka dari itu, Islam adalah agama yang mencakup perkara-perkara, mencakup urusan-urusan kehidupan secara menyeluruh. Dan yang paling utama dan paling agung dari ajaran Islam, adalah mengesakan ibadah hanya untuk Allah subhanahu wa ta’ala saja atau TAUHID.
Dimana seorang hamba yang mengamalkan TAUHID sudah pasti tidak akan melakukan kesyirikan dalam beribadah kepada-Nya. Berdasarkan petunjuk dan sunnah nabi-Nya, Muhammad shallallahu ‘alaihi wassalaam.
Dan diantara peribadahan dan ketaatan yang Allah perintahkan, dengan hanya mengkhususkan peribadahan kepada Allah semata semata, adalah agar manusia mentekadkan dalam hatinya, bahwa :
قُلْ إِنَّ صَلَاتِى وَنُسُكِى وَمَحْيَاىَ وَمَمَاتِى لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِينَ
“Katakanlah : sesungguhnya sholatku, sesembelihanku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Rabb semesta alam.” (Al-An’am 6:162)
لَا شَرِيكَ لَهُۥ
“Tidak ada serikat bagi-Nya….” (Al-An’Am 6 : 163)
Ayat ini bermaksud perintah Allah subhanahu wa ta’ala yang disampaikan kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wassalaam untuk disampaikan kepada kita sebagai umatnya,
“Katakanlah wahai Muhammad, kepada seluruh kaum musyrikin, yang mereka beribadah kepada selain Allah, dan menyembelih untuk selain-Nya. Sesungguhnya sholatku, dan sesungguhnya penyembelihanku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, yakni perkara-perkara yang aku hidup di atasnya, dan perkara-perkara yang aku mati di atasnya, berupa iman dan amal sholeh, lillahi robbil ‘alaamiin, hanyalah untuk Rabb semesta alam. Yang murni mengharap wajah-Nya.
Laa syarikallah, tidak ada serikat baginya. Tidak ada sedikit pun dari hal itu, dan tidak ada pula pada macam-macam ibadah yang lainnya. Maka sholat adalah semulia-mulia ibadah badaniyah, dan penyembelihan adalah semulia-mulia ibadah maaliyah (ibadah harta). Maka barangsiapa yang sholat niatnya untuk selain Allah, maka sungguh dia telah berbuat SYIRIK. Dan barangsiapa yang menyembelih untuk selain Allah, maka sunggguh dia telah berbuat SYIRIK.”
Dan Allah subhanahu wa ta’ala, memerintahkan kepada hamba-Nya agar mereka bertaqarrub kepada-Nya dengan sesembelihan, sebagaimana memerintahkan kepada mereka untuk bertaqarrub kepada-Nya dengan sholat. Dan apabila mereka bertaqarrub kepada selain-Nya dengan sembelihan, maka sungguh mereka telah menjadikan bagi-Nya, serikat di dalam peribadahannya.
Dia meniatkan peribadahan yang dilakukan hanya untuk Allah, tetapi berserikat dalam peribadahan-peribadahan itu. Dan ayat ini menunjukkan bahwasanya ucapan hamba serta perbuatan yang dzohir (lahir) dan yang bathin, tidak boleh sedikitpun berpaling kepada selain Allah subhanahu wa ta’ala. Barangsiapa yang memalingkan sesuatu daripada-Nya untuk selain Allah, maka sungguh dia telah berbuat SYIRIK. Dan Al-Qur’an seluruhnya menjelaskan tentang hal itu.
Dan sembelihan merupakan suatu ibadah diantara ibadah-ibadah yang paling mulia, dan seafdhol-afdhol dari bentuk taqarrub dengan harta. Maka memalingkan sesembelihan untuk selain Allah merupakan SYIRIK AKBAR, yang mengeluarkan seseorang itu dari agama. Sebagaimana orang yang menyembelih untuk kuburan, atau untuk pohon-pohon, atau untuk batu-batu, atau untuk raja-raja, atau untuk nabi, atau untuk jin, atau untuk penguasa, dan lain sebagainya.
Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala berfirman :
فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَٱنْحَرْ
“Maka dirikanlah shalat karena Robb-Mu; dan berqurbanlah.” (Al-Kausar 108:2)
Syaikhul Islam telah berkata, Allah memerintahkan kepada nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wassalaam untuk menggabungkan dua ibadah ini, yaitu sholat dan berqurban, yang keduanya menunjukkan bentuk taqorrub (pendekatan) terhadap Allah, dan juga tawadhu, dan merasa butuh terhadap Allah, dan berbaik sangka, serta keyakinan yang kuat dan ketenangan hati untuk Allah.
Berbeda keadaannya dengan keadaan ahlu takabbur, dan orang orang yang menjauh, dan orang yang merasa tidak perlu dengan Allah subhanahu wa ta’ala. Mereka tidak berqurban karena takut fakir! Oleh karena itu, Allah subhanahu wa ta’ala mengumpulkan diantara keduanya (sholat dan qurban) di dalam firman-Nya :
قُلْ إِنَّ صَلَاتِى وَنُسُكِى وَمَحْيَاىَ وَمَمَاتِى لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِينَ
“Katakanlah : sesungguhnya sholatku, sesembelihanku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Rabb semesta alam.” (Al-An’am 6:162)
An-Nusukh, dan sembelihan maksudnya adalah pengorbanan, yang mengharap wajah Allah, dan masuk kepadanya perkara-perkara yang ditetapkan syariatnya, yaitu 3 perkara :
- Al-Udhiyah (berqurban)
- Wal-Hadyu (menyembelih ketika haji)
- Wal-Aqiqoh (dan aqiqah)
Maka sholat merupakan perkara taqorrub kepada Allah yang paling mulia, dan perkara yang berkumpul pada seorang hamba ketika shalat, berupa sikap khusyu, menghinakan diri, dan menghadapkan diri, semuanya tidak akan berkumpul pada selain sholat. Sebagaimana yang dikenal oleh orang-orang yang mempunyai hati yang hidup.
Dan perkara-perkara yang berkumpul padanya ketika menyembelih apabila dikaitkan dengan keimanan dan keikhlasan dan keyakinan yang kuat dan berbaik sangka, itu merupakan perkara yang luar biasa.
Maka sesungguhnya apabila seseorang merelakan hartanya dengan niat untuk menjalankan syari’at Allah subhanahu wa ta’ala, disertai kesan yang mendalam di dalam jiwanya, disertai rasa cinta kepada-Nya, maka hal tersebut menjadikan ibadah Qurban sebagai ibadah maaliyah yang paling afdhol.
Akan tetapi barangsiapa yang memalingkan ibadah qurban kepada selain Allah subhanahu wa ta’ala, maka dia telah berbuat SYIRIK.
Orang yang menyembelih binatang untuk selain Allah
Wahai kaum muslimin! Terdapat hadits shahih yang diriwayatkan oleh Imam Muslim. Dari Nabi shallallahu ‘alaihi wassalam, beliau bersabda :
“Allah melaknat orang yang menyembelih binatang untuk selain Allah.” (HR. Muslim).
Dan laknat itu artinya adalah pengusiran dan menjauhkan dari rahmat Allah subhanahu wa ta’ala.
Adapun menyembelih binatang untuk selain Allah itu contohnya banyak sekali :
- Orang yang menyembelih untuk kuburan nabi, wali, atau selainnya,
- Orang yang berqurban untuk setan, atau jin,
- Orang yang berqurban untuk meminta kesembuhan, sebagaimana terjadi dalam dunia perdukunan,
- Atau orang yang menyembelih di jalan penguasa, sebagai bentuk pengagungan padanya,
- Atau orang yang menyembelih untuk bintang-bintang dan semisalnya.
- Atau orang yang menyembelih ketika menggali sumur, atau membangun rumah, untuk mendapatkan keridhoan jin, atau dalam rangka menjauhkan gangguannya dari penghuni rumah itu.
Sama saja, apakah keadaan yang disembelih itu berupa binatang atau yang lainnya, maka seluruhnya termasuk dari SYIRIK AKBAR. Yang menjadikan daging sesembelihan tersebut haram dimakan, kuahnya pun haram untuk diminum, kulitnya pun haram untuk dimanfaatkan, serta segala cara untuk memanfaatkan binatang sesembelihan tersebut adalah diharamkan.
Orang yang melaknat kedua orang tua
Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam berkata di dalam terusan hadits :
“Allah melaknat anak yang melaknat kedua orang tuanya. (HR. Muslim 1978).
Allah subhanahu wa ta’ala memposisikan hak kepada orang tua setelah hak-Nya subhanahu wa ta’ala. Sebagaimana Allah subhanahu wa ta’ala berfirman dalam kitab-Nya yang mulia :
وَٱعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا۟ بِهِۦ شَيْـًٔا ۖ وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ إِحْسَٰنًا
“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa…” (An-Nisa’ 4:36)
Allah subhanahu wa ta’ala tidak mengkhususkan jenis perbuatan baik kepada keduanya, supaya manusia bisa melakukan perintah berbakti untuk orang tua ini secara menyeluruh, mulai dari berbagai perbuatan baik, berupa penghormatan dan menyambung silaturahmi, mendo’akan dan selainnya.
dapun Dan melaknat kedua orang tua termasuk dari dosa-dosa besar. Dan itu bisa terjadi dengan melaknat secara langsung, yaitu melaknat kepada kedua orang tua, melontarkan laknat kepada kedua orang tua, atau dengan melakukan perbuatan yang menyebabkan laknat, seperti seseorang melaknat ayah atau ibu orang lain. Itu termasuk dari dosa-dosa besar juga, sebagaimana dalam hadits nabi shallallahu ‘alaihi wassalam :
“Diantara dosa besar adalah seorang laki-laki mencela kedua orang tuanya.” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, ‘Apakah (mungkin) seorang laki-laki mencela orang tuanya? ‘ Beliau menjawab: “Ya. Dia mencela bapak seseorang lalu orang tersebut (membalas) mencela bapaknya, lalu dia mencela ibunya, lalu orang tersebut (membalas) mencela ibunya.” Dan telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abu Syaibah dan Muhammad bin al-Mutsanna serta Ibnu Basysyar semuanya dari Muhammad bin Ja’far dari Syu’bah. (dalam riwayat lain disebutkan) Dan telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Hatim telah menceritakan kepada kami Yahya bin Sa’id telah menceritakan kepada kami Sufyan keduanya dari Sa’ad bin Ibrahim dengan sanad ini seperti hadits tersebut.”[HR. Muslim]
Orang yang melindungi penjahat
Kemudian nabi shallallahu alaihi wassalam bersabda :
“…Allah melaknat orang yang melindungi muhdits (orang yang jahat)…” (HR. Muslim 1978).
Islam datang membawa keadilan diantara manusia dan membela yang di dzolimi, dan mengambil hak dari orang yang dzolim. Maka barangsiapa yang melindungi orang jahat yang berhak mendapatkan hukuman, atau menghalangi ditimpakan hukuman atasnya, seperti pembunuh atau pencuri, maka dia diancam dengan laknat Allah, karena hal itu termasuk dari menyebarkan kedzaliman di masyarakat.
Ibnul Qayyim berkata, dosa besar ini berbeda tingkatannya, sesuai dengan tingkatan kejahatan dalam dirinya. Maka ketika kejahatan di dalam dirinya lebih besar, maka dosanya pun lebih besar lagi.
Orang yang merubah patok/batas tanah
“…Allah melaknat orang yang sengaja mengubah patok batas tanah.” (HR. Muslim 1978)
Ini adalah bentuk perhatian dalam Islam untuk menjadikan masyarakat menjadi damai, saling berkasih sayang dan tidak ada perselisihan. Maka barangsiapa mengubah tanda batas tanah antara dia dengan tetangganya, dengan memajukannya atau memundurkannya, supaya dia bisa mencuri dari tanah tersebut, maka sungguh dia telah mendzoliminya dan menjerumuskan manusia di dalam permusuhan dan perselisihan, sehingga terjadilah konflik dan permusuhan diantara kaum muslimin.
Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam mengancam orang yang melakukan hal itu dengan laknat. Sebagaimana sabda nabi shallallahu ‘alaihi wassalam yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim :
مَنْ ظَلَمَ مِنَ اْلأَرْضِ شَيْئًا طُوِّقَهُ مِنْ سَبْعِ أَرَضِيْنَ.
“Barangsiapa mengambil sedikit tanah dengan cara yang zhalim, maka (Allah) akan mengalungkan kepadanya dari tujuh lapis bumi.” Muttafaq ‘alaih: Shahiih al-Bukhari (V/103, no. 2452), Shahiih Muslim (III/ 1230, no. 1610)
Dan sebagaimana juga Islam mendorong untuk saling tolong-menolong dan memberi petunjuk supaya tidak tersesat, kemudian tidak membinasakan diri sendiri. Maka barangsiapa yang mengganti tanda/rambu-rambu yang diletakkan di jalan-jalan, maka ia akan diancam dengan laknat juga.
***
Demikianlah ini adalah 4 dosa besar yang pelakunya diancam dengan laknat Allah subhanahu wa ta’ala. Maka berqurban kepada selain Allah adalah syirik Akbar, melaknat kepada kedua orang tua, melindungi penjahat, dan merubah patok tanah, termasuk dari kemaksiatan yang mengurangi ketauhidan seseorang. Maka wajib bagi seorang muslim untuk menjauhkan dirinya dan orang lain dari perkara yang membuat murka Allah dan laknat-Nya.
Dan diharamkan juga kepada hamba-hamba Allah melaknat pelaku-pelaku kemaksiatan, kecuali dengan bentuk lafadz yang umum. Maka janganlah mengatakan kepada pencuri, semoga Allah melaknatmu, tetapi dikatakan sebagaimana hadits yang dikatakan oleh muttafaq alaih.
Semoga kita semua bisa terhindar dari keempat dosa besar tersebut, kemudian didekatkan dengan syurga serta dijauhkan dari neraka. Aamiin ya robbal’alaamiin.
Sebagai penutup, ada hadits yang disabdakan oleh rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalaam :
الْجَنَّةُ أَقْرَبُ إِلَى أَحَدِكُمْ مِنْ شِرَاكِ نَعْلِهِ وَالنَّارُ مِثْلُ ذَلِكَ
“Surga itu lebih dekat kepada salah seorang kalian daripada tali sandalnya, dan neraka juga demikian.” (HR. al-Bukhari)
Barokallahu fiikum
By indonesia / Posted on April 15, 2018
Kalau anda memang penikmat shisha.?FRIZEE BRAVO CAFE & RESTO adalah tempat yang tepat untuk anda dan teman -teman sehati menikamti shisha.tapi ditempat ini bukan shisha nya saj yang istimewa, Menu makan dan minuman lengkap tentu dengan harga yang sesuai dengan kocek orang kuningan atu boleh dikata dengan harga yang tidak mahal
Cocok banget nih abis kerja atau ngampus, nyantai di tempat tempat ini, agak beristirahat dari kesibukan
Frizee bravo ini beralamat di Jl. Dewi Sartika No.17, Kuningan, Kec. Kuningan, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Tempat ini sangat cocok buat kalian yang suka nongkrong, nongkrong bersama teman, pacar maupun keluarga. Untuk masalah harga di frizee bravo cukup bersahabat dengan isi dompet kalian.
By indonesia / Posted on April 15, 2018
Ketika anda ingin makan dan berkumpul bersama sahabat atau keluarga jangan tersesat mencari tempat makan yang sekaligus tempat santai dan berkumpul serta tempat yang refresentatif dan berkelas di kuningan. Kedai artha tempat makan yang menawarkan menu makan yang nikmat dan murah serta menyuguhkan kuningan vieu diwaktu sore dan malam, yah.....anda akn melihat kota kuningan dari lantai atas gedung artha yang megah. pesan makan minum diatsa sambil menikmati keindahan kota
Menu favorit di kedai ini yakni bakmi jawa dan soto koya, roti bakar dan aneka makan lainnya. Tidak hanya itu, ada minuman sumur alias susu murni, dan ice galau. Yang unik di cafe ini yakni di akhir pekan kalian akan di beri sajian live musik yang tentunya kalian akan semakin betah untuk berlama - lama di cafe ini. Mengenai harga menu di Kedai Artha cukup bervariatif. Namun konsep utamanya dari cafe ini tentunya mengedepankan kepuasaan dan kenyamanan para pengunjung.
By indonesia / Posted on April 15, 2018
Wisata alam dengan konsep Vieu memang sangat dibutuhkan sebab bisa menggugah perasaan damai dan tenang serta membuat percaya didunia ini ada keindahan selain kemacetan lalulintas dan panasnya kota
inilah Tenjo Laut palutungan sebagai tempat wisata alam yang asli tanpa banyak campur tangan dibuat buat agar indahm tujuannya untuk memberikan kedamian pada pengunjung, melihat waduk Darma Kuningan dari atas bukit tenjo laut sunggiuh memberikan atau memanjakan mata anda dengan keindahan
Selain wisata Tenjo laut memposisikan sebagai Buper diperuntukan untuk kegiatan camping, pihak pengleola pun mengijinkan untuk kegiatan komersial fotografi seperti foto praweding. Tempat ini tentunya memang sangat ideal bagi kegiatan fotografi karena memang setiap spot dari area Buper Tenjo Laut ini cukup menawan.
akses Menuju Tenjo laut
Dari kota Kuningan Ke arah Cigugur dan nanjak terus ssampai
By indonesia / Posted on April 15, 2018
Bumi Perkemahan Ipukan yang mulai dibuka pada tanggal 16 Desember 2014 ini memang salah satu wisata buper yang paling banyak dikunjungi diantara buper lainnya di wilayah Kuningan Jawa Barat ini. Hal tersebut karena terdapatnya beberapa kelebihan yang dimiliki buper ini, beberapa diantaranya adalah:
Pemandangan yang menakjubkan
Dengan ketinggiannya yang berada diatas 1200-1400 mdpl, sehingga pemandangan dataran rendah bisa dinikmati ketika berada di salah satu spot buper ini. Beberapa view yang bisa dinikmati di salah satu spot ini adalah pemandangan sunrise atau matahari terbit, pemandangan pematang sawah, pemandangan aneka macam bangunan serta pemandangan perpaduan lampu-lampu kota dan bintang-bintang yang bertaburan ketika malam hari.
Area buper cukup luas
Luas dari area Bumi Perkemahan Ipukan ini adalah 2ha. Dengan luas tersebut pengunjung akan sangat leluasa melakukan beragam aktivitas.
Suguhan aneka satwa
Jika pemandangan saja belum cukup, maka suguhan aneka ragam satwa yang cukup langka mungkin bisa menjadi salah satu daya tarik lain dari tempat wisata Bumi Perkemahan Ipukan ini. Beberapa satwa tersebut antara lain Surili, Lutung, Katak Merah hingga Burung Elang Jawa.
Terdapat curug
Daya tarik lain yang bisa memikat setiap pengunjung ketika berada di tempat wisata ini adalah terdapatnya curug atau air terjun. Sedikitnya terdapat 3 curug disini, namun yang bisa dikunjungi hanya dua curug yaitu Curug Cisurian dan Curug Payung.
Curug-curug di area wisata ini menyimpan daya tariknya tersendiri, seperti pada Curug Cisurian, meski curug ini tebilang biasa namun jika pengunjung datang ke Curug Cisurian ini pada pukul antara 06:00 hingga pukul 07:00 pagi, maka pelangi akan berada tepat di bawah Curug Cisurian ini.
Sedangkan untuk Curug Payung daya tarik curug ini terletak pada struktur bebatuannya yang berundak-undak. Untuk sampai ke Curug Payung ini pengunjung akan dikenakan tarif Rp. 2.000. Track menuju curug ini cukup sulit, karena akses menuju curug ini sempit. Namun ada beberapa guide yang bisa menjadi pelindung dan pemandu untuk sampai ke curug ini.
Beberapa fasilitas yang dimiliki obyek wisata Bumi Perkemahan Ipukan ini antara lain: Mushola, Toilet, Warung, Area Parkir, Gazebo dan Pusat Informasi.
Bagi pengunjung yang memang ingin berkemah di area wisata ini namun tidak memiliki perlengkapan yang dibutuhkan tidak perlu khawatir, karena pengelola menyediakan penyewaan perlengkapan camping.
Biaya masuk ke tempat wisata Bumi Perkemahan Ipukan ini sebesar Rp. 15.000/orang. Biaya tersebut bersifat General (Rekreasi ataupun Camping).
Selain biasa digunakan untuk camping ataupun rekreasi, di Bumi Perkemahan Ipukan biasa digunakan untuk beragam kegiatan seperti, Kopdar Komunitas, Gathering, Pra-wedding dan lain sebagainya.
Akses menuju wisata ini masih berada pada jalur menuju wisata Palutungan. Infrasturktur jalan sudah bagus dan bisa dilalui berbagai kendaraan.
Dengan banyaknya daya tarik yang dimiliki Bumi Perkemahan Ipukan ini tentunya tempat wisata yang satu ini wajib dikunjungi baik untuk camping, gathering, kopdar, ataupun hanya sekedar rekreasi.
By indonesia / Posted on April 06, 2018
Islam
memandang persoalan kepemimpinan ini begitu serius Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassallam bersabda: “Jika ada tiga orang
bepergian, hendaknya mereka mengangkat salah seorang di antara mereka menjadi
pemimpinnya.” (HR Abu Dawud dari Abu Hurairah).
Hadits
ini secara jelas memberikan gambaran betapa Islam sangat memandang penting
persoalan memilih pemimpin. Hadits ini memperlihatkan bagaimana dalam sebuah
kelompok Muslim yang sangat sedikit (kecil) pun, Nabi memerintahkan seorang
Muslim agar memilih dan mengangkat salah seorang di antara mereka sebagai
pemimpin.
Kisah pembaiatan Abu Bakar di Saqifah Bani Saidah sesaat pasca wafatnya Rasulullah adalah bukti lain betapa pentingnya arti kepemimpinan ini dalam Islam. Saat jasad Nabi yang belum lagi dimakamkan, para sahabat lebih mendahulukan memilih khalifah pengganti Nabi daripada menyelenggarakan Penguburan jenazah beliau yang agung dan mulia.
Kisah pembaiatan Abu Bakar di Saqifah Bani Saidah sesaat pasca wafatnya Rasulullah adalah bukti lain betapa pentingnya arti kepemimpinan ini dalam Islam. Saat jasad Nabi yang belum lagi dimakamkan, para sahabat lebih mendahulukan memilih khalifah pengganti Nabi daripada menyelenggarakan Penguburan jenazah beliau yang agung dan mulia.
Persoalan
memilih pemimpin itu merupakan salah satu persoalan yang dipandang sangat
penting dalam pandangan Islam. Karena memilih pemimpin itu tidak hanya mencakup
DIMENSI DUNIAWI Iebih dari itu juga memiliki DIMENSI
AKIDAH (ukhrowi). Karenanya, tidak selayaknya
seorang Muslim masih menggunakan dasar dan acuan lain selain yang telah jelas
dan tegas disebutkan dalam kitab sucinya al-Quran, jika mereka benar-benar
mengaku orang yang beriman
Rasulullah tidak
mengatur secara jelas mekanisme pemilihan khalifah/pengganti Rasul secara baku/tetap.
Kalau sudah baku sudah pasti tidak ada saling sengketa dan perbedaan pendapat
di antara mereka.
Yang
bisa menyelesaikan perbedaan pendapat yang berpotensi menimbulkan perpecahan di
Saqifah justru argumen yang sangat mantap yang disampaikan oleh Umar bin
Khaththab ra. Umar mengusulkan agar masyarakat secara aklamasi mengangkat
Abubakar Shiddiq ra sebagai khalifah pengganti Rasul karena berbagai
pertimbangan diantaranya:
-Beliau orang dewasa pria pertama yang masuk Islam
-Beliau pula yang oleh Rasul digelari Ash-Shiddiq
-Beliau adalah satu-satunya shahabat yang diajak berhijrah
bersama-sama Rasul dan
-Beliau satu-satunya yang diijinkan/disuruh oleh Rasul untuk
mengimami sholat berjamaah ketika Rasul sakit dan tidak bisa menghadiri
/mengimami sholat berjamaah di Masjid Nabawi.
Mengingat kuatnya hujjah Umar tersebut, maka
masyarakat baik dari Anshor maupun Muhajirin mengerti dan menerima sepenuhnya
bahwa memang tidak ada yang lebih layak menggantikan
Rasulullah selain Shahabat Abubakar Shiddiq.
Setelah Khalifah Abubakar wafat, kepemimpinan diganti oleh Umar
bin Khaththab berdasarkan surat wasiat Khalifah Abubakar, karena tidak ada shahabat yang lebih
mulia dan mengungguli Umar bin Khaththab ra dalam berbagai aspek dan seginya,
sehingga tidak ada keberatan apa pun terhadap pengangkatan Umar walau berdasar
penunjukan.
Jangan
salah pilih pemimpin
Laksana
sholat berjamaah jika mamum salah tapi imam bener maka sholat mamum jadi sempurna.
Maka pilihlah pemimpin/imam yg dapat menyelamatkan / menyempurnakan sholat
Saya
coba mengutip satu hadits dari Kitab Fiqh Sunnah karangan Syaikh Sayyid Sabiq
mengenai, "Siapa yang Berhak Menjadi Imam?". Dari Ibnu Mas'ud,
Rasululloh S.A.W bersabda: "Hendaklah yang mengimami suatu kaum seorang
yang lebih baik bacaan Qur'annya. Apabila semua sama baik dalam bacaannya, maka
lihatlah yg lebih mengetahui perihal sunnah. Apabila semua sama, maka lihatlah
yang lebih dahulu Hijrah (menempati tempat itu). Apabila semua sama, lihatlah
yang lebih tua. Dan janganlah
seseorang mengimami seseorang lainnya di dalam kerajaannya, dan janganlah ia
duduk di rumahnya kecuali atas izinnya (yang mempunyai rumah tersebut)"
Hadist
yang lain menyebutkan; "Janganlah seseorang mengimami seseorang lainnya di
keluarganya dan tidak pula di kerajaannya" (Hadits Riwayat Ahmad dan
Muslim). Adapun penjelasannya disini adalah bahwa seorang raja, sohibul bait,
adalah yang lebih berhak untuk menjadi imam dari pada yang lain,
selama yang lain belum meminta izin atau belum diizinkan.
Dari
penjelasan hadits tersebut, setidaknya ada beberapa syarat yang harus kita
perhatikan sebelum memilih atau menjadi imam sholat, dan menurut saya ini
relevan jika diterapkan dalam memilih seorang pemimpin:
1.
Lebih Baik Bacaan Qura'annya
Seorang
imam sholat harus memiliki bacaan Qur'an yang baik. Kebaikan bacaan Qur'an
seseorang bisa kita perhatikan dari Tartilnya, banyaknya hafalan yang dimiliki,
dan bagusnya ia dalam memenuhi Makhorijul Huruf dan Tajwid dalam membaca
Al-Quran, yang jika didengar oleh makmum tidak menimbulkan prasangka negatif
dari bacaan-bacaannya (mungkin karena ada kaidah tajwid yang tidak terpenuhi,
dsb), karena boleh jadi sebagian dari makmum juga mengerti mengenai ini. Hal
tersebut identik dengan salah satu komitmen seorang pemimpin, yaitu
mengupayakan kesejahteraan dan ketentraman rakyat di bawah kepemimpinannya,
boleh jadi dengan upaya-upaya dalam rangka memenuhi kebutuhan rakyat. Satu hal
yang tidak kalah penting, seperti halnya imam sholat memenuhi hukum-hukum
tajwid dalam membaca ayat Qur'an, maka seorang pemimpin seyogyanya juga harus
menjunjung tinggi hukum, tidak boleh tumpul ke atas dan tajam ke bawah.
2.
Lebih Mengetahui Perihal Sunnah
Syarat
kedua ini berlaku setelah seorang pemimpin dinilai mampu memenuhi syarat
pertama. Jika sekiranya semua jamaah (dinilai) baik dari segi bacaannya, maka
tunjuklah atau lihatlah yang lebih 'alim mengenai sunnah di antara mereka.
Perkara sunnah sangat erat kaitannya dengan sejauh mana seseorang memahami
sesuatu berdasarkan dalil atau sumber yang di bawa oleh Rasululloh S.A.W.
Singkatnya, 'alim tentang Agama sangat lebih diutamakan untuk menjadi Imam.
Dari sini, kita menyimpulkan bahwa seorang pemimpin harus memiliki wawasan dan
skill yang luas, baik itu hardskill maupun softskill. Hal ini harus ada bagi
seorang pemimpin karena nanti dia akan menaungi segala lini di kehidupan
masyarakatnya. Bila ia kurang berwawasan, minimal ia mengangkat orang-orang yang
berkompeten yang nantinya akan menjadi tempat pertimbangan baginya sebelum
membuat keputusan. Contoh: jika ia seorang presiden, maka ia harus mampu
mengangkat menteri-menteri yang berkompeten sesuai wawasan dan keilmuannya.
3.
Lebih dahulu Hijrah (menempati tempat itu)
Jika
syarat pertama dan kedua terpenuhi, maka seorang imam sholat yang ditunjuk
kemudian haruslah orang yang lebih dahulu menempati daerah itu.
"Pribumi", satu kata yang pas mewakili syarat ini. Mengapa? Sebab
secara umum pribumi lebih tahu seluk-beluk daerah itu, apakah mayoritas kaula
muda atau tua, supaya ia bisa mengkondisikan panjang bacaan ketika sholat.
Demikian juga seorang pemimpin, ia harus berasal dari tempatnya berkiprah, agar
ia mengerti bagaimana memimpin yang baik sesuai dengan aturan yang berlaku di
daerahnya tersebut.
4.
Lebih Tua Umurnya
Adapun
syarat terakhir ini adalah syarat yang biasanya dijadikan syarat pertama di
masyarakat kita, yaitu yang lebih tua umurnya. Sekali lagi, bahwa faktor umur
adalah syarat terakhir. Jika sekiranya tiga syarat sebelumnya sudah terpenuhi,
maka tunjuklah siapa di antara jamaah yang lebih tua umurnya, sebagai bentuk
penghormatan kepada beliau karena telah banyak pengalaman yang didapatnya.
Begitu juga dalam memilih seorang memimpin. Faktor usia menjadi hal terakhir
yang perlu kita lihat. Kita perlu melihat bagaimana pengalaman seseorang dalam
berkiprah, itupun jika baik karir kepemimpinannya dan bisa kita jadikan teladan
untuk tujuan mendatang. Namun, itu tidak selalu berhubungan. Sebab semakin
berlalunya waktu, semakin kompleks pula permasalahan kita ke depan, dan
biasanya cara-cara lama (secara substansi) tidak selalu bisa dipakai untuk
menyelesaikan permasalahan ke depan.
Dengan
empat hal inilah seorang imam sholat ditunjuk. Menurut saya, keempat hal itu
juga sangat relevan untuk dijadikan syarat dalam memilih seorang pemimpin.
Pemimpin dalam skala kecil seperti organisasi masyarakat, maupun pemimpin dalam
skala besar, seperti pemilihan bupati. Alangkah
bagusnya jika bupati kuningan kedepan bias jadi imam di mesjid ngajak rakyatnya sholat
berjamaah tiap waktu.
Langganan:
Postingan (Atom)
ARTIKEL POPULER
MEMBUKA PINTU LANGIT
Adz Dzariat 22). وَفِي السَّمَاءِ رِزْقُكُمْ وَمَا تُوعَدُونَ Dan di langit terdapat (sebab-sebab) rezkimu dan terdapat (pula) apa y...
NEWS
-
Kalau anda memang penikmat shisha.? FRIZEE BRAVO CAFE & RESTO adalah tempat yang tepat untuk anda dan teman -teman sehati menik...
-
https://eksposisimediaonline.blogspot.co.id/2018/03/uang-add-dan-kepala-desa-korupsi-di.html Undang - undang Desa Nomor 6 Tahun 2...
-
KUNINGAN BUTUH BUPATI BUKAN CALO PROYEK Kekuasaan Kepala Daerah / Bupati disuatu Kabupaten sangat luar biasa. Kekuasaan ...
-
1. Dengan Prestasi yang banyak saya yakin ratusan ribu orang akan bangga, Apa karena prestasi yang mendorong pa Acep mencal...
-
KULINER DI WAKTU MATAHARI TERBIT KUNINGAN JABAR INDONESIA Makan sorabi biasanya dengan goreng dage atau goreng tempe,pia- pia atau bal...
-
Ketika anda ingin makan dan berkumpul bersama sahabat atau keluarga jangan tersesat mencari tempat makan yang sekaligus temp...
-
PERBAIKAN YURIDIS,INTELECTUAL DAN MORIL ASN Korupsi di Indonesia tetap menjadi persoalan yang sulit un untuk diselesaikan, bahkan Ind...
-
MONEY POLITICS ATAU SUAP KEPADA RAKYAT RENTAN TERJADI PENGERTIAN RISYWAH (SUAP): Yang dimaksud risywah (suap/sogok) adalah pe...
-
ASN terjebak dalam permainan politik,Mobilisasi PNS rentan terjadi dalam pelaksanaan pesta demokrasi lima tahunan Intruksi Ment...












